Kategori
Berita Lingkungan

Siap Beroperasi : Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu Pertama – Sumatera

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meresmikan fasilitas pengelolaan limbah pertama di Pulau Sumatera yang dimiliki dan dikelola oleh perusahaan pelat merah. Fasilitas pengolahan limbah terpadu tersebut berada di Kawasan Industri Medan (KIM) dan merupakan hasil kolaborasi antara PT Surveyor Indonesia (Persero) dengan PT Adhi Karya (Persero). Direktur Utama PT Surveyor Indonesia M. Haris Witjaksono mengatakan, dengan diresmikannya fasilitas ini oleh Menteri BUMN Erick Thohir, maka fasilitas pengolahan limbah terpadu ini siap beroperasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Fasilitas Pengolahan Limbah Terpadu Pertama di Sumatera Siap Beroperasi”, Klik untuk baca: https://money.kompas.com/read/2021/11/28/121500526/fasilitas-pengolahan-limbah-terpadu-pertama-di-sumatera-siap-beroperasi.
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Akhdi Martin Pratama

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Kategori
Berita Lingkungan

Cara mendaur Limbah Dapur untuk Pupuk Organik Cair Tanaman

Limbah rumah tangga umumnya berasal dari sisa potongan sayuran, tulang ikan, lauk yang sudah basi, atau bumbu dapur yang sudah tidak layak dikonsumsi. Biasanya, limbah ini akan menumpuk di tempat sampah setiap harinya dan menjadi salah satu permasalahan lingkungan.

Melansir dari laman Cybex Kementerian Pertanian, Kamis (3/2/2022), sebenarnya limbah rumah tangga ini bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman. Limbah rumah tangga bisa diolah kembali menjadi pupuk organik cair yang bisa diaplikasikan pada tanaman. Bagaimana caranya membuatnya? Simak ulasannya berikut ini. Kompos dari teh celup dan sampah dapur Lihat Foto Kompos dari teh celup dan sampah dapur(Shutterstock/Karidesign) Bahan yang diperlukan: Limbah organik rumah tangga (berupa sisa sayur, ampas kelapa, sisa ikan, daging, dan sebagainya) Air bersih Air tebu atau air gula pasir Cairan em4.

Cara membuat pupuk organik cair Potong sampah organik Cincang sampah-sampah organik yang sudah dikumpulkan dan tempatkan pada satu wadah. Siapkan wadah Siapkan tong plastik atau sejenisnya yang memilki penutup bersama dengan kantong plastik dan beri lubang satu sentimeter untuk memperlancar sirkulasi udara di dalam tong.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Cara Memanfaatkan Limbah Dapur untuk Pupuk Organik Cair Tanaman “, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/homey/read/2022/02/03/084900676/cara-memanfaatkan-limbah-dapur-untuk-pupuk-organik-cair-tanaman-.
Penulis : Aniza Pratiwi
Editor : Esra Dopita Maret

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Kategori
Berita Lingkungan

5 Juni Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Pentingnya Keanekaragaman Hayati

Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environmental Day diperingati pada hari ini, Jumat (5/6/2020). Setiap tahunnya, Hari Lingkungan Hidup Sedunia selalu diperingati pada 5 Juni, sejak pertama kali Majelis Umum PBB menetapkannya pada 1974. Melansir India Today, Kamis (4/6/2020), peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia berawal dari konferensi besar pertama tentang isu-isu lingkungan yang diadakan pada 5-16 Juni 1972 di Stockholm, Swedia. Akhirnya, pada 15 Desember 1972, Majelis Umum PBB membuat resolusi yang menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Sejak 1974, Hari Lingkungan Hidup Sedunia dirayakan setiap tahun dengan melibatkan pemerintah, pebisnis, selebriti, dan masyarakat. Mereka memfokuskan upaya pada masalah lingkungan yang mendesak. Biasanya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dilakukan dengan menanam bibit tumbuhan atau cara lain dengan pesan melestarikan lingkungan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “5 Juni Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Mari Memahami Pentingnya Keanekaragaman Hayati…”, Klik untuk baca: https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/05/124358465/5-juni-hari-lingkungan-hidup-sedunia-mari-memahami-pentingnya?page=all.
Penulis : Nur Fitriatus Shalihah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Download aplikasi Kompas.com untuk akses berita lebih mudah dan cepat:
Android: https://bit.ly/3g85pkA
iOS: https://apple.co/3hXWJ0L

Kategori
Berita Lingkungan

Kenalkan Limbah Daur Ulang CRT Fosfor, ITS dan WMCU Join Bersama

Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama dengan Universitas Katolik Widya Mandala (WMCU) Surabaya, menggelar webinar terkait pemanfaatan limbah CRT fosfor. Dalam webinar tersebut, mereka juga menggandeng Science and Technology Innovation Center for Circular Economy and Green Innovative Resource (STIC-CEGIR).

Jennie Lie ST. PhD selaku peneliti dari WMCU mengungkapkan, limbah logam banyak ditemukan pada era ini. Sebagian limbah logam tersebut dapat didaur ulang, salah satunya Cathode Ray Tube (CRT) fosfor.

CRT fosfor ini banyak ditemukan pada teknologi televisi serta monitor komputer. Lebih lanjut Jennie memaparkan dalam CRT fosfor banyak terkandung Rare Earth Elements (REE) yang memiliki potensi menghasilkan Yttrium dan Europium.

“Komponen yang dimaksud yaitu LED, filter elektronik, laser, superkonduktor, dan berbagai aplikasi peralatan medis,” jelasnya sebagaimana dilansir dari laman ITS.

Baca artikel detikedu, “Kenalkan Limbah Daur Ulang CRT Fosfor, ITS dan WMCU Berkolaborasi” selengkapnya https://www.detik.com/edu/edutainment/d-6109462/kenalkan-limbah-daur-ulang-crt-fosfor-its-dan-wmcu-berkolaborasi.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Berita Lingkungan

Single Parent : ‘Sulap’ Sampah Eceng Gondok Jadi Cuan Puluhan Juta

Sampah bagi sebagian orang mungkin hanya limbah yang tak punya nilai sama sekali. Berbeda jika di tangan warga Kediri Agus Praptina (62), sampah dedaunan dan kain perca bisa menjadi produk bernilai jual dengan merek usaha bernama Cabhi Craft.

Ide kreatif tersebut awalnya muncul di 2014 dari kepeduliannya terhadap kain sisa hasil potongan yang biasa di tukang jahit dan sampah eceng gondok yang banyak di dekat rumahnya. Dari situ dia menjadikannya aneka kerajinan seperti beragam dompet hingga tas untuk suvenir, dan produk ecoprint lainnya.

“Limbah perca penjahit itu kan sisa potongan banyak, cukup banyak yang dibuang dan dibakar. Akhirnya saya manfaatkan untuk aneka dompet, tas ternyata banyak pasar bisa menerima. Terus tempat saya itu ada Sungai Brantas di Kediri, itu eceng gondoknya banyak sekali kalau musim hujan pasti sering banjir. Akhirnya masyarakat sekitar penyedia eceng gondoknya dia yang mencari, saya yang beli, akhirnya diterima pasar juga,” kata Agus kepada detikcom, Selasa (26/7/2022).

Baca artikel detikfinance, “Single Parent Ini ‘Sulap’ Sampah Eceng Gondok Jadi Cuan Puluhan Juta Rupiah” selengkapnya https://finance.detik.com/solusiukm/d-6199927/single-parent-ini-sulap-sampah-eceng-gondok-jadi-cuan-puluhan-juta-rupiah.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Berita Lingkungan

Sebut Busa di Sungai Mulyorejo dari Limbah Rumah Tangga – DLH Surabaya

Sungai Mulyorejo tepatnya sebelah Pakuwon City Mall mulai pagi hingga siang hari dipenuhi busa yang menggumpal. Pemkot Surabaya menyebut busa itu muncul akibat turbulensi atau pengadukan dari proses pemompaan air yang dilakukan Rumah Pompa Bozem Kalidami I.

“Penyebab busa itu adalah limbah cair kegiatan dari rumah tangga yang langsung dibuang ke sungai,” kata Kepala DLH Surabaya Agus Hebi Djuniantoro saat dihubungi, Selasa (2/8/2022).

Adapun limbah rumah tangga tersebut antara lain seperti minyak goreng, lemak, air bekas cucian baju dan cucian dapur dan lain-lainnya.

Pada saat musim kemarau, debit air sedikit. Sehingga polutan tersebut konsentrasinya besar di sungai. Sebaliknya, pada musim hujan konsentrasi polutan kecil karena terjadi pengenceran oleh air hujan.

Hebi menjelaskan saat musim kemarau, polutan yang besar bisa memenuhi sungai. Sebab, tidak terjadi proses pengenceran.

Baca artikel detikjatim, “DLH Surabaya Sebut Busa di Sungai Mulyorejo dari Limbah Rumah Tangga” selengkapnya https://www.detik.com/jatim/berita/d-6212363/dlh-surabaya-sebut-busa-di-sungai-mulyorejo-dari-limbah-rumah-tangga.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Berita Lingkungan

Kunjungi PUPR, Walkot Mojokerto Bahas Instalasi Pengolah Limbah Tinja

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bertandang ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk membahas rencana pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah Tinja (IPLT) di Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon. Ia mengatakan kunjungannya dilakukan untuk mematangkan rencana pembangunan yang akan dilaksanakan tahun ini.

Diketahui, perempuan yang akrab disapa Ning Ita ini berdiskusi langsung dengan Kepala Pusat Pengembangan Infrastruktur PUPR Wilayah III, Manggas Rudy Siahaan dalam pertemuan hari ini.

“Sinergitas dan kolaborasi terus kita gencarkan untuk penataan Kota Mojokerto, tanpa terkecuali lingkungan. Hari ini, saya berada di Jakarta, untuk melakukan kunjungan ke KemenPUPR. Saya diskusi banyak dengan beliau, bagaimana detail engineering design IPLT di Kota Mojokerto nantinya,” ujar Ning Ita dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Baca artikel detikjatim, “Kunjungi PUPR, Walkot Mojokerto Bahas Instalasi Pengolah Limbah Tinja” selengkapnya https://www.detik.com/jatim/berita/d-6005312/kunjungi-pupr-walkot-mojokerto-bahas-instalasi-pengolah-limbah-tinja.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/

Kategori
Berita Lingkungan

Optimalkan Sanitasi, Pemkot Mojokerto Bangun IPAL Komunal

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan, sanitasi yang baik akan mencegah manusia bersentuhan secara langsung dengan kotoran dan bahan buangan berbahaya lainnya. Masalah sanitasi, lanjut Wali kota merupakan persoalan krusial yang salah satunya dihadapi Kota Mojokerto.

” Karena, cara-cara (pembuangan kotoran,reed) yang tidak benar cenderung merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan penyakit serta meningkatkan biaya perawatan kesehatan dan kebutuhan air bersih,” terang Wali kota Ika Puspitasari , Selasa (21/12).

link